<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Fatkur Rohman</title>
	<atom:link href="http://www.fatkur.net/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fatkur.net</link>
	<description>Impian dan Kemenangan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Feb 2012 05:26:13 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by nurul</title>
		<link>http://www.fatkur.net/bukutamu/#comment-3846</link>
		<dc:creator>nurul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 05:26:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fatkur.net/guestbook-2/#comment-3846</guid>
		<description>Aslkm. afwan pak bisa minta penjelasan tentang bantuan yang bisa diperoleh seorang GTT dari APBN dan pemprov. ane sudah wiyata di sekolah negeri dari 2008 tapi belum pernah dapat hal tersebut. jazakallah pak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aslkm. afwan pak bisa minta penjelasan tentang bantuan yang bisa diperoleh seorang GTT dari APBN dan pemprov. ane sudah wiyata di sekolah negeri dari 2008 tapi belum pernah dapat hal tersebut. jazakallah pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tegar Layaknya Boneka Shaolin by Khamid</title>
		<link>http://www.fatkur.net/2012/01/23/338/#comment-3831</link>
		<dc:creator>Khamid</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 05:16:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fatkur.net/?p=338#comment-3831</guid>
		<description>Siapa dia yaa? inspiring, suwun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa dia yaa? inspiring, suwun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by Nono Setiawan</title>
		<link>http://www.fatkur.net/bukutamu/#comment-3830</link>
		<dc:creator>Nono Setiawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 01:16:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fatkur.net/guestbook-2/#comment-3830</guid>
		<description>Alhamdulillaah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillaah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on PKS Setuju Penutupan Dolly dengan Solusi Integral by abu kaiyisah</title>
		<link>http://www.fatkur.net/2011/10/04/prostitusi-integrasi-solusi-dan-ketegasan-pemkot/#comment-3788</link>
		<dc:creator>abu kaiyisah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 01:51:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fatkur.net/2011/06/04/prostitusi-integrasi-solusi-dan-ketegasan-pemkot/#comment-3788</guid>
		<description>It&#039;s a good solution for the prostitution problem in surabaya. eventhough it will need hard work to do...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>It&#8217;s a good solution for the prostitution problem in surabaya. eventhough it will need hard work to do&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TIPS mengisi Liburan sekolah by junay</title>
		<link>http://www.fatkur.net/2008/06/30/tips-mengisi-liburan-sekolah/#comment-3642</link>
		<dc:creator>junay</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 07:23:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fatkur.net/2008/06/30/tips-mengisi-liburan-sekolah/#comment-3642</guid>
		<description>Assalamualaikum..
pak.. izin copy ya... 
trims ya pak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum..<br />
pak.. izin copy ya&#8230;<br />
trims ya pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on TIPS mengisi Liburan sekolah by junay</title>
		<link>http://www.fatkur.net/2008/06/30/tips-mengisi-liburan-sekolah/#comment-3641</link>
		<dc:creator>junay</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 07:22:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fatkur.net/2008/06/30/tips-mengisi-liburan-sekolah/#comment-3641</guid>
		<description>gan.. izin copy ya... 
trims ya gan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gan.. izin copy ya&#8230;<br />
trims ya gan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on DPRD Surabaya Sesalkan Mundurnya Dirut RSUD Soewandhie by Moch riduwan</title>
		<link>http://www.fatkur.net/2011/05/28/dprd-surabaya-sesalkan-mundurnya-dirut-rsud-soewandhie/#comment-3462</link>
		<dc:creator>Moch riduwan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 02:50:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fatkur.net/2011/05/28/dprd-surabaya-sesalkan-mundurnya-dirut-rsud-soewandhie/#comment-3462</guid>
		<description>Pemimpin seharusnya tidak boleh meninggalkan pasukanya dikala dalam keadaan genting di medan perang agar pasukan nya tidak patah semAngat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemimpin seharusnya tidak boleh meninggalkan pasukanya dikala dalam keadaan genting di medan perang agar pasukan nya tidak patah semAngat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on 3 Hal Penting bagi Pemalas by darmowe kursy językowe wrocław</title>
		<link>http://www.fatkur.net/2008/12/17/3-hal-penting-bagi-pemalas/#comment-3133</link>
		<dc:creator>darmowe kursy językowe wrocław</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 14:51:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fatkur.net/2008/12/17/3-hal-penting-bagi-pemalas/#comment-3133</guid>
		<description>You really make it seem so easy with your presentation but I find this topic to be actually something which I think I would never understand. It seems too complicated and very broad for me. I&#039;m looking forward for your next post, I’ll try to get the hang of it!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>You really make it seem so easy with your presentation but I find this topic to be actually something which I think I would never understand. It seems too complicated and very broad for me. I&#8217;m looking forward for your next post, I’ll try to get the hang of it!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dipanggil DPP, Wishnu Mangkir by maemunah tasik</title>
		<link>http://www.fatkur.net/2011/02/02/dipanggil-dpp-wishnu-mangkir/#comment-3100</link>
		<dc:creator>maemunah tasik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 14:04:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fatkur.net/2011/02/02/dipanggil-dpp-wishnu-mangkir/#comment-3100</guid>
		<description>Betul, lebih baik hari-hari ini menonton liputan upaya penggulingan di Mesir. 
Kenapa rakyat disini yang sudah sangat susah masih diem dan mau menerima dan enggak bangkit seperti di Mesir? Jampi-jampi apa yang dipunyai pemerintah sekarang dong? Hebat ya. 

Sebaiknya media jangan membesar-besarkan evakuasi, toh itu niatnya jauh lebih banyak untuk PENCITRAAN. Jangan menyenangkan pemerintah, sebab mereka sudah senang dan makmur, gaji dan tunjangan mereka jauh dari cukup. Buktinya Megawati bilang gaji dia dulu cukup dan malah lebih, katanya sambil nyengar-nyengir toh. Lebih baik menyenangkan rakyat dengan memberi mereka uang dan makan cukup dengan pengawasan yang baik sehingga uang dan raskin benar-benar sampai ke tangan mereka. 

Mesir sama dengan Indonesia, Indonesia tak lebih dari Mesir, Sama saja, 30 tahun berkuasa bukan lagi ukurannya. Ukurannya adalah apakah mampu mengelola negara dan memakmurkan rakyat secara merata atau enggak.

Kalau kita lihat GDP Mesir dengan Indonesia, mana lebih banyak dong. Kalau kita lihat jumlah penduduknya, mana yang lebih sejahtera, Mesir atau Indonesia. Kalau kita lihat pembangunan sarana publik, mana yang lebih masif, Mesir atau Indonesia? Atau sama saja. Kalau sama saja, lalu gimana dong setelah melihat di Mesir. 

Itu cara melihat. Itu dari satu sisi, belum yang lain-lain. Indonesia sebenarnya memiliki penduduk meskin lebih banyak, tapi tidak dikatakan. 

Perekonomian katanya membaik, tapi rakyat di negeri kita buktinya banyak yang susah. Mereka banyak yang melarat, terpaksa jadi pemulung, jadi apa saja asal bisa makan, pemeritah enggak pernah membantu mereka kok. Mereka terpaksa cari makan sendiri-sendiri. Sementara orang-orang di eksekutif dan legislatif dan yudikatif hanya main sandiwara, mereka kaya-kaya. Rakyat menerima terus nasib buruknya. Kenapa rakyat susah itu  masih mau menerima dan enggak bangkit seperti di Mesir? Jampi-jampi penenang apa yang dilakukan pemerintah sekarang kepada rakyatnya sehingga seakan-akan mereka menerima terus. Rakyat itu padahal banyak yang sudah enggak bisa makan, tidak punya daya beli, tapi diem saja. Sementara harga sembako tidak terjangkau lagi, naik tinggi dan pemerintah membiarkan semuanya mahal. Pengangguran makin banyak. 

Lihat, di jalan-jalan dan di bus-bus, mereka berjubel, semua susah. Sementara yang kaya main kaya. Ini bukan soal berkuasa 30 tahun atau baru 6 tahun. Ini soal kemampuan mengeloal negara. Bagaimana negara bisa menghidupi kalau enggak punya sumber penghasilan, negara enggak punya pabrik, hanya punya satu sumber pendapatan, narikin pajak doang. Apa enggak masuk jurang? Harga sembako tinggi lho kalau dibandingkan di negara-negara lain dari segi penghasilan rata2 masyarakat masing-amsing. Lalu di negeri kita orang Indonesia, lapangan pekerjaan untuk rakyat enggak ada. Mereka petani juga enggak punya sawah, mereka nelayan tidak punya perahu, punyanya hanya motor ojek, lalu ke kota-kota, ngojek. Uang yang didapat enggak ada nilainya. Beda dengan masa Megawati dan sebelumnya. Uang Rp 20 - 50 ribu saja nilainya masih agak lumayan, bisa membeli banyak barang. Sekarang enggak ada.  Mereka makin susah sekarang, tidak bisa makan. 
 
Liputan sebaiknya jangan membesar-besarkan evakuasi. Tujuan dan niat pemerintah lebih banyak untuk PENCITRAAN. Sebetulnya kawan-kawan kita di Mesir tidak menginginkan evakuasi sebab mereka semua MUSLIM bukan BULE lagi jadi teman-teman itu aman kok. Lihat, gemuk-gemuk lagi, pertanda lebih makmur kalau dibandingkan di negeri sendiri, tau. Nanti kawan-kawan kita kalau mau kembali ke Mesir lagi emangnya gratis semua? Siapa yang akan membiayai semuanya? Apa teman-teman kita setelah sampai di Indonesia bisa kembali ke Mesir naik pesawat lagi gratis? Sekarang katanya mereka di Mesir kurang makanan, seperti yang diakui kawan dari Gontor yang disiaran tadi petang oleh sebuah TV, langsung dari Mesir. Bukannya pemerintah SBY kini sudah menganggarkan uang banyak untuk itu semua itu? Untuk evakuasi dll. Kemana sebagian perginya dana itu? Masih ada juga yang suka menyunat atau mem-markup anggaran ya? Ah kau. Transparan dong. 

Jadi dirinci ke publik, semua dana untuk misi evakuasi dan lain-lain itu, berapa untuk kedutaan besar, dan berapa untuk kementerian luar negeri Indonesia sendiri, adakah dan berapa uang saku untuk ongkos pulang kawan-kawan kita ke daerah masing-masing, sebab tidak semuanya tinggal sekitar Jakarta. Sebenarnya, mulanya mereka ingin tetap di Mesir, karena kata mereka bahwa mereka kebanyakan akan ada ujian untuk Masters degree mereka dan ada juga yang untuk ujian S1 mereka, ada yang akan ujian untuk PhD mereka, tapi kacau mereka dibujuk, untuk enggak bilang &quot;dipaksa&quot; pulang, dengan janji-janji nanti ketika kembali lagi ke Mesir semuanya gratis. Jangan mereka dijadikan alat pencitraan. 

Kalau benar-benar niat evakuasi, seperti Malaysia dong, mengirim banyak pesawat militer Hercules, lesehan, tidak memanjakan. Malaysia juga sudah mengirim kapal perangnya untuk evakuasi lebih serius, memuat lebih banyak penumpang, lebih aman lagi. Kita memang dangkal enggak bisa mikir dalam, dalam segala bidang. Malu ah sama Malaysia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul, lebih baik hari-hari ini menonton liputan upaya penggulingan di Mesir.<br />
Kenapa rakyat disini yang sudah sangat susah masih diem dan mau menerima dan enggak bangkit seperti di Mesir? Jampi-jampi apa yang dipunyai pemerintah sekarang dong? Hebat ya. </p>
<p>Sebaiknya media jangan membesar-besarkan evakuasi, toh itu niatnya jauh lebih banyak untuk PENCITRAAN. Jangan menyenangkan pemerintah, sebab mereka sudah senang dan makmur, gaji dan tunjangan mereka jauh dari cukup. Buktinya Megawati bilang gaji dia dulu cukup dan malah lebih, katanya sambil nyengar-nyengir toh. Lebih baik menyenangkan rakyat dengan memberi mereka uang dan makan cukup dengan pengawasan yang baik sehingga uang dan raskin benar-benar sampai ke tangan mereka. </p>
<p>Mesir sama dengan Indonesia, Indonesia tak lebih dari Mesir, Sama saja, 30 tahun berkuasa bukan lagi ukurannya. Ukurannya adalah apakah mampu mengelola negara dan memakmurkan rakyat secara merata atau enggak.</p>
<p>Kalau kita lihat GDP Mesir dengan Indonesia, mana lebih banyak dong. Kalau kita lihat jumlah penduduknya, mana yang lebih sejahtera, Mesir atau Indonesia. Kalau kita lihat pembangunan sarana publik, mana yang lebih masif, Mesir atau Indonesia? Atau sama saja. Kalau sama saja, lalu gimana dong setelah melihat di Mesir. </p>
<p>Itu cara melihat. Itu dari satu sisi, belum yang lain-lain. Indonesia sebenarnya memiliki penduduk meskin lebih banyak, tapi tidak dikatakan. </p>
<p>Perekonomian katanya membaik, tapi rakyat di negeri kita buktinya banyak yang susah. Mereka banyak yang melarat, terpaksa jadi pemulung, jadi apa saja asal bisa makan, pemeritah enggak pernah membantu mereka kok. Mereka terpaksa cari makan sendiri-sendiri. Sementara orang-orang di eksekutif dan legislatif dan yudikatif hanya main sandiwara, mereka kaya-kaya. Rakyat menerima terus nasib buruknya. Kenapa rakyat susah itu  masih mau menerima dan enggak bangkit seperti di Mesir? Jampi-jampi penenang apa yang dilakukan pemerintah sekarang kepada rakyatnya sehingga seakan-akan mereka menerima terus. Rakyat itu padahal banyak yang sudah enggak bisa makan, tidak punya daya beli, tapi diem saja. Sementara harga sembako tidak terjangkau lagi, naik tinggi dan pemerintah membiarkan semuanya mahal. Pengangguran makin banyak. </p>
<p>Lihat, di jalan-jalan dan di bus-bus, mereka berjubel, semua susah. Sementara yang kaya main kaya. Ini bukan soal berkuasa 30 tahun atau baru 6 tahun. Ini soal kemampuan mengeloal negara. Bagaimana negara bisa menghidupi kalau enggak punya sumber penghasilan, negara enggak punya pabrik, hanya punya satu sumber pendapatan, narikin pajak doang. Apa enggak masuk jurang? Harga sembako tinggi lho kalau dibandingkan di negara-negara lain dari segi penghasilan rata2 masyarakat masing-amsing. Lalu di negeri kita orang Indonesia, lapangan pekerjaan untuk rakyat enggak ada. Mereka petani juga enggak punya sawah, mereka nelayan tidak punya perahu, punyanya hanya motor ojek, lalu ke kota-kota, ngojek. Uang yang didapat enggak ada nilainya. Beda dengan masa Megawati dan sebelumnya. Uang Rp 20 &#8211; 50 ribu saja nilainya masih agak lumayan, bisa membeli banyak barang. Sekarang enggak ada.  Mereka makin susah sekarang, tidak bisa makan. </p>
<p>Liputan sebaiknya jangan membesar-besarkan evakuasi. Tujuan dan niat pemerintah lebih banyak untuk PENCITRAAN. Sebetulnya kawan-kawan kita di Mesir tidak menginginkan evakuasi sebab mereka semua MUSLIM bukan BULE lagi jadi teman-teman itu aman kok. Lihat, gemuk-gemuk lagi, pertanda lebih makmur kalau dibandingkan di negeri sendiri, tau. Nanti kawan-kawan kita kalau mau kembali ke Mesir lagi emangnya gratis semua? Siapa yang akan membiayai semuanya? Apa teman-teman kita setelah sampai di Indonesia bisa kembali ke Mesir naik pesawat lagi gratis? Sekarang katanya mereka di Mesir kurang makanan, seperti yang diakui kawan dari Gontor yang disiaran tadi petang oleh sebuah TV, langsung dari Mesir. Bukannya pemerintah SBY kini sudah menganggarkan uang banyak untuk itu semua itu? Untuk evakuasi dll. Kemana sebagian perginya dana itu? Masih ada juga yang suka menyunat atau mem-markup anggaran ya? Ah kau. Transparan dong. </p>
<p>Jadi dirinci ke publik, semua dana untuk misi evakuasi dan lain-lain itu, berapa untuk kedutaan besar, dan berapa untuk kementerian luar negeri Indonesia sendiri, adakah dan berapa uang saku untuk ongkos pulang kawan-kawan kita ke daerah masing-masing, sebab tidak semuanya tinggal sekitar Jakarta. Sebenarnya, mulanya mereka ingin tetap di Mesir, karena kata mereka bahwa mereka kebanyakan akan ada ujian untuk Masters degree mereka dan ada juga yang untuk ujian S1 mereka, ada yang akan ujian untuk PhD mereka, tapi kacau mereka dibujuk, untuk enggak bilang &#8220;dipaksa&#8221; pulang, dengan janji-janji nanti ketika kembali lagi ke Mesir semuanya gratis. Jangan mereka dijadikan alat pencitraan. </p>
<p>Kalau benar-benar niat evakuasi, seperti Malaysia dong, mengirim banyak pesawat militer Hercules, lesehan, tidak memanjakan. Malaysia juga sudah mengirim kapal perangnya untuk evakuasi lebih serius, memuat lebih banyak penumpang, lebih aman lagi. Kita memang dangkal enggak bisa mikir dalam, dalam segala bidang. Malu ah sama Malaysia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

